Protein terdapat di dalam hampir macam-macam makanan, tetapi ada makanan yang mengandung jauh lebih banyak dari yang lain. Makanan yang paling banyak mengandung protein ialah susu, telur, keju, daging, ikan, biji-bijian yang masih berkulit aru, ercis, kacang tanah dan kedelei. Karena daging itu umumnya mahal, banyak keluarga yang mungkin tidak sanggup membelinya. Karena berbagai-bagai sebab keluarga lebih menyukai makanan tanpa daging. Untunglah, kombinasi sayur-sayuran dan biji-bijian biasabya dapat mencukupi semua protein yang diperlukan seseorang.

Susu dan sejenisnya merupakan sumber protein yang baik. Umumnya, protein dari sumber ini mudah dicernakan dan diserap oleh tubuh. Susu mengandung protein yang sempurna dan juga menyediakan calcium dan fosfor dalam proporsi yang tepat benar untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan para ibu yang sedang menyusui. Tetapi meskipun susu merupakan makanan sebaik itu, kita masih harus berhati-hati, karena susu itu mudah sekali dikotori oleh kuman-kuman penyakit baik selama proses pemerahan, maupun selama disimpan. Sebab itu semua susu harus dimasak atau melalui proses pasteurisasi sebelum dipakai. Memasaknya sampai mendidih hanya selama beberapa menit sekalipun akan dapat membunuh semua kuman yang berbahaya.

Daging merupakan sumber lain untuk protein. Di dalamnya terdapat pula banyak zat besi, fosfor dan beberapa vitamin B complex. Tetapi semua daging binatang mengandung sejenis sampah yang harus dikeluarkan oleh ginjal. Ini berarti pekerjaan tambahan untuk tubuh dan juga membawa kesulitan bagi mereka yang ginjalnya mungkin sudah dirusakkan oleh penyakit. Banyak sekali alas an yang baik untuk hidup dengan makanan tanpa daging. Meskipun demikian, seorang yang makan daging harus mengetahui dengan pasti bahwa ia mendapat cukup protein dari makanan lain, seperti kacang-kacangan, biji-bijian yang masih berkulit ari, susu dan sejenisnya.



diambil dari buku tentang:
Petunjuk Modern Kepada Kesehatan.